Dzikir: Nutrisi Hati yang Tak Ternilai Harganya
Ada sebuah pertanyaan sederhana namun menohok: kapan terakhir kali kita benar-benar mengingat Allah dengan sepenuh hati? Bukan sekadar gerak bibir tanpa makna, melainkan dzikir yang hidup, yang mengalir dari lubuk sanubari terdalam.
Dzikir—aktivitas mengingat Allah SWT—adalah ibadah sunnah yang begitu istimewa. Ia seperti mata air yang tak pernah kering, selalu segar untuk menyirami ladang hati yang gersang. Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang sering membuat kita lupa, dzikir menjadi jangkar spiritual yang mengikat kita kembali kepada Sang Pencipta.
Keistimewaan dzikir bukan sekadar klaim tanpa bukti. Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW telah merinci dengan gamblang betapa mulianya amalan ini. Sepuluh keutamaan dzikir yang akan kita telusuri berikut ini adalah cermin dari kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang ingin senantiasa dekat dengan-Nya.
DAFTAR ISI
- Dzikir dalam Shalat: Perisai dari Kemaksiatan
- Timbal Balik Ilahi yang Menggetarkan Hati
- Kunci Pengampunan seperti Nabi Yunus
- Lebih Mulia dari Sedekah dan Jihad
- Kehidupan Hati yang Sesungguhnya
- Mesin Penghasil Kebaikan: Satu Amalan, Seribu Pahala
- Harta Karun Surga di Ujung Lidah
- Ibadah Ringan dengan Pahala Berat
- Perdagangan dengan Allah yang Selalu Untung
- Identitas Sejati Orang Mukmin
- Mari Basahi Lidah dengan Dzikir
- Waktunya Memberikan Hadiah Terbaik untuk Buah Hati Kita
Dzikir dalam Shalat: Perisai dari Kemaksiatan
Keutamaan pertama dzikir terletak pada kekuatannya sebagai benteng pertahanan diri. Ketika kita melaksanakan shalat dengan khusyuk, di dalamnya terpatri dzikir kepada Allah yang memiliki dampak luar biasa. Surat Al-Ankabut ayat 45 mengingatkan kita:
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
"Bacalah Kitab (Alquran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Perhatikan kalimat terakhir ayat ini: "mengingat Allah itu lebih besar." Lebih besar dari apa? Lebih besar dari segala bentuk ibadah lainnya. Inilah janji Allah yang tidak main-main. Shalat yang dipenuhi dengan dzikir bukan hanya mendekatkan kita kepada-Nya, tetapi juga membentengi diri dari berbagai perbuatan keji dan munkar yang mengintai di setiap sudut kehidupan.
Timbal Balik Ilahi yang Menggetarkan Hati

Bayangkan sebuah janji dari Sang Maha Kuasa: jika engkau mengingat-Ku, Aku akan mengingatmu. Bukan janji dari makhluk yang lemah dan pelupa, melainkan janji dari Dzat Yang Maha Sempurna. Firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 152:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
Subhanallah! Betapa mulianya seorang hamba yang diingat oleh Allah SWT. Di tengah miliaran makhluk-Nya yang tersebar di jagat raya ini, Allah mengingat kita—hamba-hamba-Nya yang tak seberapa. Inilah keutamaan kedua dzikir yang membuat hati bergetar. Hubungan timbal balik antara hamba dan Tuhan ini adalah anugerah yang tak ternilai harganya.
Kunci Pengampunan seperti Nabi Yunus
Kisah Nabi Yunus AS di dalam perut ikan adalah pelajaran abadi tentang kekuatan dzikir. Ketika beliau terperangkap dalam kegelapan yang berlapis—gelap malam, gelap laut, dan gelap perut ikan—satu-satunya yang menyelamatkannya adalah dzikir kepada Allah.
Allah SWT berfirman dalam surat Ash-Shaffat ayat 143-144:
فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ.لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
"Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari Berbangkit."
Renungkan ayat ini baik-baik. Dzikir Nabi Yunus adalah tabungan spiritual yang menyelamatkannya di saat paling kritis. Begitu pula dengan kita. Istighfar dan dzikir yang kita panjatkan hari ini bisa jadi akan menjadi penyelamat kita di hari-hari mendatang ketika ujian datang bertubi-tubi.
Lebih Mulia dari Sedekah dan Jihad
Keutamaan keempat dzikir sungguh mencengangkan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Ad-Darda radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
عن أبي الدَّرداء رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه: أَلَا أُنَبِّئُكم بِخَيْرِ أعمالِكُم ، وأَزْكاها عِندَ مَلِيكِكُم ، وأَرفعِها في دَرَجاتِكُم ، وخيرٌ لكم من إِنْفاقِ الذَّهَب والوَرِقِ ، وخيرٌ لكم من أن تَلْقَوا عَدُوَّكم ، فتَضْرِبوا أعناقَهُم ، ويَضْرِبوا أعْناقكُم ؟ ! ، قالوا : بَلَى ، قال : ذِكْرُ اللهِ
"Tidakkah aku akan memberitahumu tentang tindakan terbaikmu, yang paling murni di hadapan Tuhanmu, yang menaikkan peringkatmu ke posisi tertinggi, yang lebih baik bagimu daripada menghabiskan emas dan perak, lebih baik daripada bertemu musuhmu sehingga kau menyerang di leher mereka dan mereka menyerang Anda?" Mereka menjawab, "Ya, memang," lalu Nabi bersabda, "Itu adalah mengingat Allah." (HR At-Tirmidzi)
Luar biasa! Dzikir ditempatkan lebih tinggi dari bersedekah dengan harta dan bahkan jihad di jalan Allah. Bukan berarti sedekah dan jihad tidak penting, tetapi ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan dzikir di sisi Allah SWT. Dzikir adalah puncak dari segala amal, karena ia merupakan inti dari keimanan itu sendiri.
Kehidupan Hati yang Sesungguhnya
Pernahkah kita merasa hampa meski segala hal duniawi sudah kita miliki? Itulah tanda hati yang mati. Dan obat untuk menghidupkannya adalah dzikir. Rasulullah SAW menggambarkannya dengan sangat jelas dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy'ari:
عَنْ أَبِي مُوسَى رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ
"Persamaan seseorang yang mengingat Tuhannya dan seseorang yang tidak mengingatnya adalah seperti orang hidup dan mati." (HR Al-Bukhari)
Dzikir adalah nutrisi jiwa, makanan ruhani yang menghidupkan hati. Tanpa dzikir, hati menjadi kering dan mati meski jasad masih bernapas. Menjaga hati agar tetap hidup dengan dzikir adalah investasi terbesar yang bisa kita lakukan untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
Mesin Penghasil Kebaikan: Satu Amalan, Seribu Pahala
Siapa yang tidak ingin cuan berlimpah? Di dunia akhirat, "cuan" terbesar adalah pahala. Dan dzikir adalah salah satu cara tercepat untuk mengumpulkannya. Dari Sa'ad bin Abi Waqqash RA, beliau bertutur:
عن سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه قال: كنا عند رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقال: ((أيَعجِزُ أحدُكم أن يكسِبَ في كل يوم ألفَ حسنةٍ؟!))، فسأله سائل مِن جلسائه: كيف يكسِبُ ألف حسنة؟ قال: ((يُسبِّحُ مائةَ تسبيحةٍ، فتُكتب له ألف حسنة، أو تُحَط عنه ألف خطيئة
"Suatu saat kami bersama Rasulullah SAW, beliau bersabda, 'Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?' Salah seorang di antara yang duduk bertanya, 'Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?' Rasul bersabda, 'Hendaklah dia membaca seratus tasbih (subhaanallaah), maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.'" (HR Muslim)
Bayangkan: hanya dengan membaca "Subhanallah" sebanyak seratus kali, kita bisa meraih seribu kebaikan atau menghapus seribu dosa. Bukankah ini bisnis paling menguntungkan yang pernah ada? Modal hanya waktu beberapa menit, hasilnya berlipat ganda. Tidak ada investasi duniawi yang mampu menyamai return of investment seperti ini.
Harta Karun Surga di Ujung Lidah
Keutamaan ketujuh dzikir adalah sebagai harta karun surga. Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu meriwayatkan:
عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال: قال لي النبي صلى الله عليه وسلم: ((ألا أَدُلُّك على كَنزٍ مِن كنوز الجنة؟))، فقلت: بلى يا رسول الله، قال: ((قل: لا حول ولا قوة إلا بالله))
"Nabi berkata kepadaku, 'Maukah aku membimbingmu ke harta karun di antara harta surga?' Aku berkata, 'Ya, wahai Rasulullah.' Dia berkata, 'Katakanlah: Tidak ada daya dan kekuatan selain Allah.'"
Kalimat "Laa haula wa laa quwwata illa billah" adalah kunci menuju harta karun surga. Mudah diucapkan, namun makna di baliknya sangat dalam. Ia adalah pengakuan total akan ketergantungan kita kepada Allah, bahwa segala daya dan upaya kita hanyalah milik-Nya. Dzikir yang penuh makna inilah yang akan menjadi bekal kita kelak di akhirat.
Ibadah Ringan dengan Pahala Berat
Salah satu keindahan Islam adalah kemudahan dalam beribadah. Dzikir adalah contoh nyata dari prinsip ini. Dari Abdullah bin Busr RA:
وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَجُلاً قَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَليَّ ، فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَثُ بِهِ قَالَ : (( لاَ يَزالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللهِ ))
"Ada seorang lelaki berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam ini telah banyak bagiku, maka beritahulah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang selalu.' Beliau menjawab, 'Hendaklah lisanmu selalu basah karena berdzikir kepada Allah.'" (HR Tirmidzi)
Basahkan lidah dengan dzikir. Itulah nasihat Rasulullah yang sangat praktis. Tidak perlu modal besar, tidak perlu tenaga ekstra. Cukup gerakkan lidah untuk menyebut nama Allah, dan pahala pun mengalir. Dzikir bisa dilakukan kapan saja, di mana saja—saat berjalan, saat bekerja, bahkan saat berbaring.
Perdagangan dengan Allah yang Selalu Untung
Konsep berdagang dengan Allah adalah sesuatu yang unik dalam Islam. Setiap amal kebaikan adalah transaksi dengan-Nya, dan dzikir adalah salah satu komoditas paling berharga. Dari Abu Dzar RA, Rasulullah SAW bersabda:
مِن أحدكم صدقةٌ: فكلُّ تسبيحةٍ صدقةٌ، وكلُّ تحميدةٍ صدقةٌ، وكلُّ تهليلةٍ صدقة، وكل تكبيرة صدقة، وأمرٌ بالمعروف صدقة، ونهي عن منكر صدقةٌ، ويجزئ من ذلك ركعتانِ تركَعُهما مِن الضحى
"Hendaklah masing-masingmu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka, tiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang keburukan adalah sedekah dan sebagai ganti dari semua itu, cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat dhuha." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)
Setiap kali kita mengucapkan "Subhanallah," "Alhamdulillah," "Laa ilaaha illallah," atau "Allahu Akbar," kita sesungguhnya sedang bersedekah. Bukan sedekah kepada sesama manusia, melainkan sedekah untuk diri kita sendiri dalam bentuk pahala yang akan kita nikmati kelak. Inilah perdagangan yang tidak pernah merugi.
Identitas Sejati Orang Mukmin

Keutamaan terakhir dzikir adalah sebagai ciri khas orang beriman. Allah SWT melukiskan gambaran orang-orang mukmin dalam surat An-Nur ayat 36-38:
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ.رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ.لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang. Orang yang tidak dilalaikan perdagangan dan jual-beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat), (mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas."
Inilah potret orang-orang yang tidak terlena oleh gemerlap dunia. Mereka tetap berdzikir meski sibuk dengan urusan duniawi. Keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat adalah seni yang mereka kuasai dengan baik. Dzikir bukan penghalang kesuksesan dunia, justru ia adalah kunci keberkahan dalam segala urusan.
Mari Basahi Lidah dengan Dzikir
Sepuluh keutamaan dzikir yang telah kita telusuri adalah sebagian kecil dari keagungan amalan ini. Masih banyak keutamaan lain yang tersebar dalam Al-Qur'an dan hadits. Yang terpenting sekarang adalah: apa yang akan kita lakukan dengan pengetahuan ini?
Dzikir bukan sekadar ritual verbal yang hampa makna. Ia adalah dialog spiritual antara hamba dan Tuhannya, perjumpaan jiwa dengan Sang Pencipta. Ketika dunia terasa berat, ketika masalah menumpuk, ketika hati terasa kering—kembalilah kepada dzikir. Mengingat Allah dengan sepenuh hati adalah obat paling ampuh untuk segala penyakit hati.
Mari kita mulai dari yang sederhana. Basahi lidah kita dengan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Jadikan dzikir sebagai teman setia di setiap langkah kita. Insya Allah, dengan dzikir yang istiqamah, kehidupan kita akan dipenuhi berkah dan ketenangan yang tak tergantikan.
Wallahu a'lam bishawab.
Sumber Artikel:
Artikel ini merupakan adaptasi dari tulisan Ratna Ajeng Tejomukti yang dipublikasikan di Khazanah Republika dengan editor Nashih Nashrullah pada 10 Agustus 2021.
Waktunya Memberikan Hadiah Terbaik untuk Buah Hati Kita
Setelah memahami betapa mulianya dzikir dan betapa dahsyatnya keutamaannya, mungkin ada pertanyaan yang muncul di benak kita sebagai orang tua: bagaimana caranya agar anak-anak kita juga merasakan kedekatan dengan Al-Qur'an seperti ini?
Di tengah zaman yang penuh distraksi, di mana gadget dan media sosial begitu mudah merebut perhatian anak-anak kita, memberikan mereka kesempatan untuk benar-benar bersatu dengan Al-Qur'an adalah hadiah terindah yang bisa kita berikan.
Bayangkan: buah hati Anda yang masih remaja, terlepas sejenak dari hiruk pikuk dunia digital, dan tenggelam dalam keindahan bacaan Al-Qur'an di tengah sejuknya pegunungan Puncak. Mereka tidak hanya menghafal, tetapi merasakan kedamaian yang mengalir dari setiap ayat yang mereka baca.
Pesantren Daarul Mutqin menghadirkan Program Dauroh Al-Qur'an: Healing with Qur'an—sebuah program yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi putra-putri Anda. Dibimbing langsung oleh Syaikh As'ad Humam Lc., Al-Hafizh, alumni Universitas Al-Azhar yang memiliki sanad Al-Qur'an 30 juz, anak Anda akan mendapatkan bimbingan terbaik dalam perjalanan menghafal Al-Qur'an.
Yang membuatnya istimewa? Fleksibilitas waktu—mulai dari sehari hingga 40 hari penuh, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keluarga Anda. Ditambah dengan fasilitas lengkap dan suasana pegunungan yang menenangkan, ini adalah kombinasi sempurna antara ibadah dan refreshing jiwa.
Ini bukan sekadar program tahfidz biasa. Ini adalah investasi untuk masa depan akhirat anak Anda, bekal yang akan menemani mereka hingga ke liang lahat kelak.
📲 Info Lanjut:
🔗 gentaqurani.id/dauroh-al-quran
📱 0813-9830-0644 | 0812-2650-2573
📌 Sirnagalih, Megamendung, Kab. Bogor, Jawa Barat 16770
Karena cinta terbesar orang tua adalah memastikan anak-anaknya dekat dengan Al-Qur'an. 💚
Generasi Tarbiyah Qurani (Genta Qurani), adalah yayasan yang menaungi Pesantren Daarul Mutqin, Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kurikulum kami berfokus pada hafalan (tahfidz) Al Quran dengan beragam program yang ditawarkan untuk berbagai kalangan dan tingkatan usia.

